Rabu, 04 Desember 2013

Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

Judul : Ayah,Lelaki Itu Mengkhianatiku
Penulis : Dian Nafi
Tebal : 208 halaman 
Published : May 2013
Penerbit : Diva Press
ISBN : 139786027933927
Rate : 3/5


Sinopsis Buku :
Siapa yang bisa tenang dengan keadaan sepertiku? Susah payah merawat anak-anaknya, rumahnya, ayahnya, keluarga besarnya yang dari luar tampaknya terhormat tetapi sebenarnya kacau. Sedemikian besar pengorbananku, tapi inikah balasannya?
***
Ratri yang telah mengabdikan hidupnya untuk keluarga sang suami harus menerima kenyataan pahit ketika seorang wanita mengaku hamil karena telah berhubungan terlalu jauh dengan suaminya. Hancur hati Ratri mendengar itu. Segala pengorbanannya terasa sia-sia. 
Namun tak ada yang peduli pada luka yang tergores di hati Ratri. Keluarga besarnya seolah hanya peduli terhadap nama baiknya sebagai keluarga terhormat di masyarakat. 
Sebuah kisah yang mengajarkan arti kesetiaan, pengorbanan dan kesabaran dalam sebuah hubungan. Begitu menyentuh dan mengharukan.

Resensi Buku : 

Saya dapat buku ini karena hadiah dari penulisnya, mba Dian Nafi. Makasih, Mba. :D. Awalnya, pertama baca judulnya sudah tertebak apa yang bakal jadi inti masalah dalam novel ini. Ya, tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh suami. Serupa artikel, novel dengan judul yang mudah memberikan clue masalah itu sebenarnya kurang saya sukai. Karena kerasa kurang greget aja pas bacanya. Tapi pendapat saya sedikit terpatahkan. Ada hal yang memang ingin disampaikan oleh penulisnya, tak sekadar sebuah novel yang membahas tema umum perselingkuhan, tapi lebih dari itu ada beberapa part yang saya suka.

Seperti ketika Maria diskusi dengan Ratri saat membahas tentang 5 fase dalam hubungan pernikahan. Apa saja fase-fase tersebut? Baca aja di buku ini. Ya, jika orang awam seperti saya, apalagi belum menikah, pembahasan diskusi antara Ratri dan Maria ini bisa memberi wacana apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan rumah tangga. Kok ya sampe bisa gitu seorang suami bisa menjauh dari istrinya hingga sampai lalai dan abai, membuat kemaksiatan seperti yang dilakukan oleh Mas Ir?.

One night stand bukan hal baru dalam masyarakat. Ya penulisnya memotret kisah ini berdasarkan sisi yang sering kita lihat dan dengar. Gonjang ganjing rumah tangga tak melulu karena sang istri kurang memberi perhatian. Bisa jadi karena memang sang lelaki begitu polos dan yah... atas dasar rasa kasihan pada gadis yang dia temui membuat ia melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya, juga hidup keluarganya. Ada juga pembahasan tentang tanda-tanda penyakit kelamin yang dialami pelakunya. Ini memberi saya informasi tentang apa dampak yang timbul dari tindakan asusila itu.

Sosok Ratri yang saya lihat tak mampu membuat saya simpatik, mungkin buat saya karena merasa, harusnya sih perempuan lebih tegas. Atau mungkin karena Ratri hidup dalam keluarga jawa yang nrimoan, sehingga apapun prahara dalam rumah tangganya hanya perlu disikapi dengan sabar dan sabar.

Ir, sebagai tokoh antagonis membuat gambaran laki-laki di mata saya jadi bias. Ini beneran laki-laki yang katanya cinta istrinya? Atau memang cinta itu serupa cinta platonis, cinta fisik saja? Ir memang menikah dengan Ratri ketika gadis itu sudah berumur cukup untuk menikah. Menikahnya pun dengan sepupu. Serasa membaca kisah di zaman nenek kita dulu ya, yang dijodohkan nurut saja. Bisa jadi memang benar cinta itu belum sepenuhnya tumbuh. Nah itu yang seharusnya jadi PR bagi sang istri, meski dijodohkan seharusnya tetap menjaga dan menumbuhkan cinta itu.

Dari novel ini saya belajar banyak tentang pernikahan. Pernikahan memang bukan sebuah perjanjian dua orang saja, tapi melibatkan keluarga kedua pihak. Sebuah perjanjian pernikahan yang goyah akan tetap terpaksa diperjuangkan untuk tetap seperti semula karena itu yang dibutuhkan kedua keluarga, meski harus mengorbankan rasa. Ya, 3 bintang dari saya untuk novel domestic drama ini. ;)

peresensi : Ila Rizki

Kamis, 05 September 2013

Menulis Dengan Emosi Sebenar-benarnya

Ayah, Lelaki itu Mengkhianatiku, Dian Nafi
Menikah dengan perjodohan demi meringankan beban orang tuanya, hidup dengan tanda tanya apakah rumah tangganya sebenarnya punya cinta, pengabdian kepada keluarga suami yang dibalas dengan perlakuan tak mengenakkan dari mereka, dan akhirnya sebuah pengkhianatan-tak sengaja-yang dilakukan suaminya. Apa yang akan kalian lakukan kalau menjadi Ratri? Setelah 14 tahun menikah, telepon dari seorang wanita yang mengaku tengah hamil anak suaminya menghancurkan hati Ratri. Sanggupkah ia menghadapi prahara yang menerpa rumah tangganya?
Hiks, huhuhu… Betapa malangnya nasib Ratri. Setelah semua pengorbanannya untuk suami dan keluarga besar suaminya, dia harus menghadapi pengkhianatan yang meluluhlantakkan hatinya. Dian Nafi menulis semua kisah ini dengan emosi sebenar-benarnya seorang perempuan yang tersakiti. Perasaan marah, kecewa, tak berdaya, kalut, semua digambarkan secara mendalam pada diri Ratri. Seolah-olah kita ikut bisa merasakannya. Sayangnya, ending novel ini masih menggantung, saya kurang tau apakah novel ini ada kelanjutannya atau tidak.

***

Sabtu, 24 Agustus 2013

Interview Media

Alhamdulillah hari ini kembali fadhol dan karuniaNya melimpahi kami. Aamiin.

Setelah dihubungi salah satu awak media beberapa hari lalu, pagi tadi akhirnya kami bertemu untuk   interview media. Jreng.. jreng....

Sekitar dua jam-an ngobrol dan wawancara sembari nge-coklat hangat (enggak ngopi :D)
Tentang proses bagaimana saya menulis, apa saja suka dukanya, apa saja karya yang sudah ditulis, karya apa yang paling berkesan buat saya, penulis mana yang menginspirasi, siapa saja yang berpengaruh dalam kepenulisan saya, bagaimana prospek penulis, apa saja pesan buat penulis pemula, apa saja harapan dan cita-cita saya ke depan, dan lain-lain banyak lagi.

Setelah wawancara, klik klik... saatnya berpose dengan buku-buku terbaru :D
Thanks for having me :))



Rabu, 21 Agustus 2013

Liputan Novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku di beberapa toko buku seluruh Indonesia

Liputan Novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku di beberapa toko buku seluruh Indonesia
Nih dia kiriman beberapa teman. Terima kasih ya sudah mengirimkan ini :)






Rabu, 19 Juni 2013

Perkawinan Sebagai Kesadaran Menyatukan Cinta Kasih (Resensi Novel di Koran Jakarta 19 Juni 2013)

Perkawinan sebagai Kesadaran Menyatukan Cinta Kasih
Perkawinan sebagai Kesadaran Menyatukan Cinta Kasih
ISTIMEWA
Cinta adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada orang yang dicintai dan membiarkan orang yang dicintai bertumbuh. Namun, orang sering salah mengerti bahwa ‘cinta’ adalah memiliki dan karena itu bukanlah ‘cinta’ melainkan sebuah belenggu
Perempuan diciptakan dari rusuk pria agar tidak menginjak dan tidak mengatasi, melainkan sejajar dan sederajat. Wanita tidak boleh manja. Dia juga harus kuat dan mampu mandiri. Novel ini bisa menjadi cermin terkait pemahaman itu. Diceritakan, Ratri yang telah menikah dan memiliki tiga anak harus menghadapi kenyataan pahit. Jiwanya tercabik-cabik. Suaminya menuangkan “air mendidih” di jiwanya dengan berselingkuh.

Hancur hati Ratri ketika seorang wanita mengaku hamil karena telah berhubungan terlalu jauh dengan suaminya, (hlm 54-58). Segala pengorbanan Ratri untuk keluarga seakan sia-sia. Namun, tidak ada yang peduli pada luka yang tergores di batinnya. Keluarga suaminya seolah hanya peduli atas status mereka sebagai keluarga terhormat di mata masyarakat.

Tentu saja, hati perempuan tidak bisa dimanipulasi. Perasaan Ratri tidak bisa berubah cepat. Atas nama keutuhan rumah tangga ataupun kehormatan keluarga, ada dimensidimensi perasaan perempuan yang sulit berubah, (hlm 99-107). Seorang perempuan tidak mudah bertransisi dari perasaan sedih ke bahagia dan sebaliknya. Sebagaimana umumnya perempuan, begitu pula yang dialami Ratri.

Dia yang kecewa dan sedih mengetahui ulah suaminya. Dia merasakan kehampaan dalam hubungan rumah tangga. Bagaimana mungkin bisa menata perasaan saat berdekatan bersama suami yang telah tega berkhianat dengan perempuan lain. Sepolos dan selugu apa pun perempuan seperti Ratri, tidak mungkin mudah melupakan.

Permintaan maaf suami juga tidak cukup. Beberapa pria biasanya memudahkan kelakuan buruknya terhadap istri dengan kata maaf. Wanita harus tegas sehingga kalau mengalami kasus seperti ini tidak cengeng, melainkan tatag. Dalam kaca mata psikologi, sesungguhnya perasaan tidak dapat disalahkan. Tidak ada yang salah dengan perasaan Ratri yang tak mudah menghilangkan kebencian terhadap suaminya.

Sangat manusiawi jika Ratri marah atau tidak sepakat, merasa tak nyaman, sakit hati, bahkan keberatan. Namun, wanita yang baik harus juga menjadi pemaaf, agar dapat melupakan masa kelam dan membangun dunia baru. Dari awal sampai akhir cerita, novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku ini bisa dijadikan refl eksi rumah tangga sekaligus tamparan keras bagi suami dan istri.

Meskipun perempuan bisa saja tidak setia, tetapi fakta sosial kerap kali menempatkan laki-laki yang lebih sering tidak setia. Namun, di zaman sekarang banyak juga wanita yang berselingkuh, terutama di kota-kota besar. Jadi, dua-duanya berpotensi berselingkuh. Kini tinggal tanggung jawab moral masing-masing pribadi, tak lagi berdasarkan jenis kelamin. Pihak perempuan sering kali menjadi korban ulah suami yang mata keranjang. Namun, sebenarnya keputusan ada di pihak wanita, mengapa dia mau diajak berselingkuh.

Parahnya, demi alasan moral dan menjaga kehormatan keluarga, perempuan sering kali dipaksa diam. Lewat novel ini, suami dan istri diajak menyadari bahwa pernikahan harus dijaga setiap hari. Mereka berdua sudah berjanji sehidup semati sampai akhir zaman. Tak ada yang boleh memisahkan, kecuali kematian. Pernikahan tak sekadar menyatukan pria dan wanita, tapi lebih dari itu sebagai kesadaran saling mencintai. Cinta adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada orang yang dicintai dan membiarkan orang yang dicintai bertumbuh.

Namun, orang sering salah mengerti bahwa ‘cinta’ adalah memiliki dan karena itu bukanlah ‘cinta’ melainkan sebuah belenggu. Pernikahan juga upaya membangun generasi mendatang yang lebih baik. Sebagai ikatan suci, suami dan istri terikat janji untuk mempertahankan biduk rumah tangga.

Banyak konfl ik rumah tangga yang salah satunya disebabkan oleh pengkhianatan salah satu pihak. Kisah dalam novel ini mengajarkan arti kesetiaan, pengorbanan, dan kesabaran dalam sebuah hubungan rumah tangga.


Diresensi Armawati,
alumna Universitas Tidar, Magelang.

Judul Buku : Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku
Penulis : Dian Nafi
Penerbit : DIVA Press
Cetakan : I, Mei 2013
Tebal : 208 halaman
ISBN : 978-602-7933-92-7

Senin, 10 Juni 2013

Novel Ayah,Lelaki Itu Mengkhianatiku bisa juga dibeli via online


Novel Ayah,Lelaki Itu Mengkhianatiku selain tersedia di toko buku Gramedia dll, bisa juga dibeli via online

http://www.gramediaonline.com/moreinfo.cfm?Product_ID=861790&CFID=208752815&CFTOKEN=10256341

Sudah tahu kan ada giveaway-nya. klik enter to win! >> http://www.goodreads.com/giveaway/show/54278
Siapa yang bisa tenang dengan keadaan sepertiku? Susah payah merawat anak-anaknya, rumahnya, ayahnya, keluarga besarnya yang dari luar tampaknya terhormat tetapi sebenarnya kacau. Sedemikian besar pengorbananku, tapi inikah balasannya?
**
Ratri yang telah mengabdikan hidupnya untuk keluarga sang suami harus menerima kenyataan pahit ketika seorang wanita mengaku hamil karena telah berhubungan terlalu jauh dengan suaminya. Hancur hati Ratri mendengar itu. Segala pengorbanannya terasa sia-sia. 
Namun tak ada yang peduli pada luka yang tergores di hati Ratri. Keluarga besarnya seolah hanya peduli terhadap nama baiknya sebagai keluarga terhormat di masyarakat. 
Sebuah kisah yang mengajarkan arti kesetiaan, pengorbanan dan kesabaran dalam sebuah hubungan. Begitu menyentuh dan mengharukan.
Judul : Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku
Penulis : Dian Nafi
Penerbit : Diva-Press

ISBN : 9786027933927
208 halaman
Rp 35rb
Dapatkan novel ini di toko buku Gramedia dan toko-toko buku lainnya. 

Komentar Pembaca Novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

Nih dia salah satu Komentar Pembaca Novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

Aku udah bc novel "Ayah, lelaki itu menghianatiku" karya kak bagus banget, sukses terus ya kak :* :)

*Terima kasih ya:)

Nih penampakan novelnya di toko buku Gramedia Kelapa Gading

Sudah tahu kan ada giveaway-nya. klik enter to win! >> http://www.goodreads.com/giveaway/show/54278


Siapa yang bisa tenang dengan keadaan sepertiku? Susah payah merawat anak-anaknya, rumahnya, ayahnya, keluarga besarnya yang dari luar tampaknya terhormat tetapi sebenarnya kacau. Sedemikian besar pengorbananku, tapi inikah balasannya?
**
Ratri yang telah mengabdikan hidupnya untuk keluarga sang suami harus menerima kenyataan pahit ketika seorang wanita mengaku hamil karena telah berhubungan terlalu jauh dengan suaminya. Hancur hati Ratri mendengar itu. Segala pengorbanannya terasa sia-sia. 
Namun tak ada yang peduli pada luka yang tergores di hati Ratri. Keluarga besarnya seolah hanya peduli terhadap nama baiknya sebagai keluarga terhormat di masyarakat. 
Sebuah kisah yang mengajarkan arti kesetiaan, pengorbanan dan kesabaran dalam sebuah hubungan. Begitu menyentuh dan mengharukan.

Judul : Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku
Penulis : Dian Nafi
Penerbit : Diva-Press

ISBN : 9786027933927
208 halaman
Rp 35rb
Dapatkan novel ini di toko buku Gramedia dan toko-toko buku lainnya.